Sabtu, 08 Januari 2011

Symbol Persahabatan

Nama  : Ahmad fauzi
Kelas   : 1DB23
NPM    : 30110375


Persahabatan adalah sebuah ikatan yang sangat tulus dan murni selalu siap berbagi disaat suka dan duka, selalu siap menjadi tempat sandaran pada saat seseorang terpuruk, dan selalu siap mencari jalan keluar bersama-sama saat sahabatnya terluka itulah symbol persahabatan sejati.

1 potongan dari kutipan puisi yg saya dapat :

mengertilah wahai sahabatku..
sahabat adalah segala-galanya
sahabat adalah penerang hidupku
sahabat adalah penopang hidupku

aku akan tetap menghormatimu
aku akan tetap mempercayaimu
aku akan tetap menyanjungmu
meski sahabat telah membunuh perasaan sahabatnya sendiri

maafkan aku sahabatku
jika sahabatmu ini? banyak berbuat salah
karena manusia hanyalah manusia
yang tak luput dari kesalahan
Semoga Persahabatan ini dapat kekal abadi
hingga akhir hayat nanti.

Indahnya Persahabatan

Tidak akan ada persahabatan jika tidak ada kebebasan.
Nama  : Ahmad fauzi
Kelas   : 1DB23
NPM    : 30110375



Persahabatan menyukai udara bebas dan tidak terikat pada batas yang lurus dan sempit.

Persahabatan akan berbicara dengan bebas dan bertindak dengan bebas juga; dan tidak akan menyakiti karena tidak ada yang perlu disakiti.

Persahabatan akan selalu memaafkan dan melupakan kesalahan

Persahabatan benar-benar menyatu dalam jiwa, dia bersimpati terhadap apa saja.

Seseorang tak akan bahagia tanpa yang lain, salah satu tidak bisa sedih sendirian.

Jika mereka bisa bertukar tempat, maka satu orang akan menggantikan yang lain utntuk merasakan penderitaan seperti bila ada kebahagian, mereka akan merasakannya bersama, keduanya berusaha menyenangkan satu sama lain.

Rosullallah saw Idolaku

Nama  : Ahmad fauzi
Kelas   : 1DB23
NPM    : 30110375


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tahu gak siapa Muhammad itu? Yang jelas Muhammad yang ini pasti bukan tukang cendol di depan sekolah atau tukang sol sepatu yang ngider di kompleks rumah kamu. Muhammad yang ini adalah Rasul dan Nabi kita, yang udah Allah jadiin sebagai suri teladan buat seluruh manusia, termasuk kamu!!! Muhammad tuh bukan Malaikat, apalagi hanya seorang Songoku. Yang jelas, beliau itu cuma manusia biasa, bedanya beliau itu utusan Allah (Nabi) yang panggilannya ‘Rasulullah’.
Kata para sahabat, Rasul itu lebih indah dari bulan purnama dan jalannya itu cepet!! Bahkan ada sahabat yang sampe kecape’an ngikutin jalannya Rasul, padahal Rasulullah sendiri masih tenang-tenang aza saat itu, cuman cepetnya beliau itu bukannya cepet yang terburu-buru kayak ada yang ngejar.
Nah, kan ada pepatah yang bilang bahwa tak kenal maka tak sayang. Sekarang kita simak sekelumit sifat-sifat beliau, cuman sekelumit looh! Kalo semuanya bisa-bisa mentoringnya seharian atau mungkin ratusan… (leebih!!!) O..k deh, Biy mulai aza supaya cepet bisa kita contoh dan terapin.
Sifat Rasul yang pertama adalah :
A. Kesabaran


Waktu perang Uhud (tau khan perang Uhud yang mana?) ada cerita, kaya’ gini ceritanya.
Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah berada di antara tujuh orang Anshar dan dua orang Muhajirin pada waktu perang Uhud. Orang-orang musyrik menekan sampai mendekati Nabi. Salah satu di antara mereka melemparkan sebuah batu yang menimpuk hidung dan gigi serta melukai wajah beliau. Darah segar berleleran dari luka-luka itu. Orang musyrik yang menimpuk beliau berkoar-koar bahwa Rasulullah sudah terbunuh. Orang-orang Islam menjadi kacau-balau. Sebagian ada yang kembali ke Madinah. Sisa orang yang berjaga di atas bukit berbaur dengan para sahabat. Mereka tidak tahu apa yang mesti mereka lakukan.
Rasulullah segera mencabut anak panah dari sarungnya lalu diberikan kepada Sa’ad bin Abi Waqash seraya berkata, “Dengan tebusan ayah dan ibuku, tembaklah!” Abu Thalhah Al-Anshary yang berperang di samping Rasulullah SAW adalah seorang penembah jitu. Setiap ia menembakkan anak panah, beliau memandang ke mana anak panah itu mencari mangsa.
Pada situasi yang kritis seperti ini, ada sebagian orang-orang Islam (dari kelompok munafiqin) yang lari menghindar. Sehingga yang bersama Rasulullah tinggal beberapa orang dalam jumlah yang kecil. Beliau tetap sabar dan memimpin pasukannya menghadapi musuh yang jumlahnya jauh lebih besar, yaitu sebanyak 3000 personil.
Kenyataannya, Rasulullah tidak kalah. Dengan mengerahkan segenap keberanian, beliau dan orang-orang Islam tetap terus bangkit. Hingga akhirnya orang-orang musyrik baru menyadari bahwa kerugian mereka lebih besar daripada keuntungan yang diimpikan. Kesabaran macam apakah ini?
Perlu pula ditambahkan bahwa orang-orang musyrik yang mengumumkan kematian beliau, berkoar-koar ke sana ke mari. Beliau tidak tahu persis siapa yang berbuat seperti itu. Itulah gambaran kesabaran dalam menghadapi suasana kritis, dan tidak membuat pelakunya melalaikan tanggung jawab.
Coba bayangin, Rasulullah waktu itu kan udah luka-luka tuh… pasukannya juga udah ‘gak imbang lagi lawan jumlah tentara musuh. Kalo diibaratin maen bola mungkin keadaannya kayak 11 orang vs 5 orang kali (ka..li???! bener lagi…) Bayangin deh kalo maen bola posisi kita kayak gitu banyak yang kena kartu merah, bisa-bisa nangis deh (kalo gak nyerah itu juga…). But what had happen back then, Rasulullah tetap istiqamah, sampe Allah menentukan. Maka begitu pula kita… kita harus sabaran, jangan cepet marah kalo lagi emosi, jangan cepet putus asa kalo ngadepin kesulitan, pokoknya sabar deh… asal jangan sabar terus tapi gak pernah berusaha, itu mah dodol!!!

B. Kasih sayang


Setelah merasakan berbagai siksaan dan penderitaan yang dilancarkan kaum Quraisy, Rasulullah berangkat ke Tha’if, mencari dukungan dan perlindungan dari Bani Tsaqif, dan mengharap agar mereka dapat menerima ajaran yang dibawanya dari Allah. Setibanya di Tha’if, beliau menuju tempat para pemuka Bani Tsaqif, sebagai orang-orang yang berkuasa di daerah. Beliau berbicara tentang Islam dan mengajak mereka supaya beriman kepada Allah. Tapi ajakan beliau itu ditolak mentah-mentah dan dijawab secara kasar. Kemudian Rasulullah bangkit meninggalkan mereka seraya mengharap supaya mereka menyembunyikan kedatangan ini dari kaum Quraisy, tetapi mereka pun menolaknya.
Mereka lalu mengerahkan kaum penjahat dan para budak untuk mencerca dan melemparinya dengan batu sehingga mengakibatkan cedera pada kedua kaki Rasulullah. Zaid bin Haritsah berusaha keras melindungi beliau, tetapi kewalahan, sehingga ia sendiri terluka pada kepalanya. Rasulullah kembali dengan perasaan tidak menentu sehingga baru tersentak dan tersadar ketika sampai di Qarnu’ts-Tsa’alib. Lalu Rasulullah mengangkat kepalanya, dan tiba-tiba melihat awan menaunginya. Kemudian beliau pandang dan tiba-tiba muncul Jibril, memanggilnya seraya berkata “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan dan jawaban kaummu terhadapmu, dan Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan sesukamu.” Kemudian malaikat penjaga gunung memanggil Rasulullah dan mengucapkan salam kepadanya, lalu berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu; jika engkau suka aku bisa membalikkan gunung.Akhsyabin di atas mereka.” Rasulullah menjawab, “Bahkan aku menginginkan semoga Allah berkenan mengeluarkan dari anak keturunan mereka yang menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”
Bisa bayangin ‘gak, ada orang yang ditimpukin ama batu sampe berdarah-darah, malah ngedoain kebaikan buat orang nimpukin.!!? (bisa ‘gak ngebayanginnya…). Padahal waktu itu Malaikat Jibril udah nawarin jasanya buat ngegencet orang-orang Tha’if pake gunung!! Tinggal minta doang…, tapi itulah kasih sayang Rasulullah, bahkan sama orang-orang jahat sekalipun beliau masih menunjukkannya. Dan ternyata apa yang dido’akan Rasulullah terwujud, dengan banyaknya para pembela Islam dilahirkan di Tha’if.

C. Kelembutan


Salah satu sifat Rasulullah adalah… sifatnya yang lembut, tapi lembutnya bukan yang lemah gemulai. K’lo itu mah penari kali yah… Nah, ada cerita lagi mengenai gimana sih lembutnya Rasulullah. Gini nih ceritanya…
Ahmad meriwayatkan dari Aisyah R.A., ia berkata, “Satu kali pun Rasulullah tidak pernah memukul pembantu dengan tangannya, tidak pula memukul wanita dengan tangannya kecuali untuk berjihad di jalan Allah. Tidak ada yang lebih baik antara dua hal kecuali yang paling disenanginya melainkan yang paling mudah. Kalau menjadi perbuatan dosa, maka beliau adalah yang paling jauh dari perbuatan dosa. Beliau juga tidak mendendam untuk dirinya dari sesuatu yang diberikan kepadanya sehingga melanggar larangan-larangan Allah. Kalaupun mendendam hanya karena Allah semata. Abu Nu’aim meriwayatkan dari Aisyah R.A., ia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah sedang bersama para sahabat. Aku membuat makanan untuknya, begitu pula Hafsah. Namun Hafsah lebih terampil dariku, sehingga ia lebih cepat selesai dariku. Aku berkata kepada budak perempuan, “Segeralah kau pergi, dan tumpahkan mangkuk Hafsah!”
Ketika Hafsah hendak meletakkan mangkuknya di tangan Rasul, budak yang kusuruh segera menumpahkan mangkuk sehingga makanan di dalamnya berserakan di tanah. Beliau mengumpulkan makanan yang berserakan di tanah, lalu mereka pun memakan bersama. Aku bangkit menyodorkan mangkukku, lalu disodorkan Nabi kepada Hafsah seraya berkata, “Ambillah satu bejana untuk digantikan dengan bejanamu, lalu makanlah apa yang ada di dalamnya.”
“Aku tidak melihat sesuatu yang ganjil di wajah Rasulullah karena peristiwa ini.”
Nah itulah kelembutan Rasulullah, bayangin seorang majikan yang ‘gak pernah mukul pembantunya, seorang pemimpin yang tidak mendendam untuk dirinya, seorang suami yang baek bener sama istrinya.


Yang keempat adalah…


D. Kedermawanan


Rasulullah adalah seorang dermawan. Bahkan dalam catatan sejarah, beliau tidak pernah nolak ketika dimintain sesuatu. Ada juga ceritanya, gini nih ceritanya…
Ahmad meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah tidak pernah menolak suatu permintaan yang atas dasar Islam. Ia berkata, “Ada seorang laki-laki datang kepada beliau lalu meminta untuk memberikan sekumpulan domba yang sangat banyak jumlahnya yang memenuhi dua bukit dari domba-domba shadaqah. Orang itu kembali kepada kaumnya lalu berkata kepada mereka, “Wahai kaumku, masuklah Islam! Sesungguhnya Muhammad memberi suatu pemberian dan tidak takut miskin.”
Kita bisa melihat bagaimana dermawannya Rasulullah dan beliau tidak takut akan miskin, seandainya bila Rasul mau, beliau dapat minta kepada Allah agar diberikan harta yang banyak, dan pasti akan dikabulkan oleh Allah. Tetapi Rasul lebih menyukai kesederhanaan, dan dapat merasakan penderitaan orang-orang yang tidak mampu.


Dan yang kelima ialah :


E. Kerendahan Hati


Beliau ‘gak pernah sombong, bahkan sama orang yang musuhin dia sekalipun, walaupun ia seorang Nabi. Ada cerita kayak gini… Ady bin Hatim, seorang pemimpin kabilah yang beragama Nashrani bercerita ketika akan menghadap Rasulullah, ia menggambarkan akan bertemu dengan seorang raja di Madinah, ia menuturkan :
“Aku menemui Muhammad yang saat itu sedang berada dalam mesjid. Setelah kuucapkan salam, beliau bertanya, “Siapa?” “Ady bin Hatim,” jawabku. Beliau bangun dan mengajakku ke rumahnya. Demi Allah, aku benar-benar dibuatnya tercengang. Di tengah jalan, beliau bertemu dengan seorang wanita yang sudah tua dan lemah. Wanita itu memintanya berhenti. Maka beliau pun berhenti cukup lama menanyakan keperluannya.
“Demi Allah, ini bukan layaknya seorang raja,” kataku dalam hati. Rasulullah membawaku berjalan dan ketika sudah masuk ke rumahnya, beliau menyodorkan sebuah bantal dari kulit yang diisi kapas. Beliau memberikannya kepadaku seraya bersabda,
“Duduklah di atas bantal ini!”
“Engkau saja yang duduk di atasnya,” kataku.
“Engkau saja,” sabda beliau.
Maka aku pun duduk di atas bantal, sedangkan beliau duduk di atas tanah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, ini bukan layaknya seorang raja.”
Itulah karakteristik Muhammad SAW, tanpa embel-embel. Ady bin Hatim datang kepada beliau, dan di antara keluarganya sebelum itu menjadi tawanan pasukan tentara Islam. Ia datang kepada beliau sebagai orang yang kalah. Namun ia didudukkan di atas bantal, sementara beliau sendiri duduk di atas tanah.

Berdasarkan Intisari Islam Terpercaya.

Untuk Sahabat

Nama  : Ahmad fauzi
Kelas   : 1DB23
NPM    : 30110375


sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai dan cobaan itu menghantam.

Mencari Jati Diri

Nama  : Ahmad fauzi
Kelas   : 1DB23
NPM    : 30110375


Aku kenal dengan seseorang yang aku ingin menjadi temannya yang paling erat. Dia teramat egois. Namun darinya aku belajar menekan egoku, demi membuatku menjadi temannya yang paling erat.

Aku kenal dengan seseorang yang penakut yang ingin aku akrabi dengan erat. Deminya aku belajar menjadi seorang pemberani. Darinya aku tahu bahwa untuk menjadi seorang yang pemberani butuh seseorang atau sesuatu hal yang ingin kulindungi.

Aku butuh kenal dengan seseorang sombong yang pecundang. Agar aku bisa senantiasa rendah hati dan mau berbagi. Mungkin aku bisa menjadi sahabatnya yang paling sejati.

Aku juga butuh kenal dengan seseorang yang pemarah. Darinya aku ingin belajar bagaimana mengendalikan amarah. Mungkin dengan aku menjadi kawannya yang paling kental aku bisa berubah menjadi orang yang penyabar.

Ah, aku ingin kenal dengan semua orang. Agar aku bisa terus belajar bagaimana seharusnya menjadi orang.

SAHABAT TERBAIK

Nama  : Ahmad fauzi
Kelas   : 1DB23
NPM    : 30110375


Bagaimana menjadi sahabat yang baik:

1. Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu
2. Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu
3. Jika engkau memerlukan pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu
4. Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik
5. Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu
6. Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya
7. Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya
8. Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menanyakan kesusahan kamu
9. Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu
10. Jika engkau berkata kepadanya, niscaya dia akan membenarkan kamu
11. Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu
12. Jika kamu berdua berselisih faham, niscaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan

Special for sahabat sejatiku. Engkau selalu menemaniku baik susah maupun susah. dan Engkau sudah memenuhi kriteria di atas InsyaAllah semoga kita bisa istiqomah bisa selalu menjadi sahabat sejati baik di dunia maupun di akherat kelak amin. Namamu akan selalu terukir dalam hati ini. Semoga begitu pula diriku di dalam hatimu.amin ya Rabb.

Senyuman seorang SAHABaT

Nama  :Ahmad fauzi
Kelas   : 1DB23
NPM    : 30110375


Kupandang dirimu dengan mataku
Kusimpan namamu dihatiku
Senyummu tak pernah pudar dari ingatanku
Bersama kita arungi kisah-kisah
Tanpa batas ikatan waktu
Tanganku takkan sungkang merangkul pundakmu
Nasehatku takkan habis menenangkanmu
Saat lara menyayat hatimu
Saat s’mua tinggalkan dirimu
Kukan s’lalu setia temani dirimu
Sahabatku, ijinkan aku hadir disisimu
Menjagamu saat kau butuh sandara
Memelukmu saat kau butuh pelipur lara
Menjagamu saat kau terjatuh
Merawatmu dikala hatimu terluka
Sahabatku, bersama kita berjalan
Tertawa menangis bersama
Saat badai datang menerpa
Saat sang bintang tersenyum pada kita
Tangan kita tak pernah terlepas
Kukan s’lalu menjagamu
Meski hadirku tak s’lamanya bersamamu
Namun doaku tak pernah putus
Menghantar semua rasa sayang terdalam
Hingga senyummu s’lalu kulihat
Sahabatku, jangan ragu kesetiaanku
Ingin s’lalu kuhadir disisimu
Menjagamu saat suka duka
Hingga tawamu s’lalu ramaikan hari
Menentramkan hatiku tiap saat
Sahabatku, raih tanganku
Genggam erat jemariku
Tersenyumlah padaku
Karena tulus kukatakan
sahabat akan selalu ada di saat kamu membutuhkannya.